PEMANFAATAN ICT PADA INDUSTRI : Sebuah
alat yang tepat untuk memperbaiki birokrasi
di Republik Indonesia
1.
ABSTRAK
Pada era
teknologi informasi saat ini perkembangan teknologi sudah merupakan hal yang
wajar dimana perkembangan teknologi yang pesat sudah mempengaruhi aspek
kehidupan kita secara umum. Salah satu aspek penting yang menunjung
perkembangan teknologi pada saat ini adalah aspek kemudahan dan “kecepatan”.
Fakta yang sedang terjadi pada negeri kita tentang pelayanan publik pada
masyarakat itu sangatlah lelet atau lamban dan pelayanan publik itu akan
menjadi cepat dan gampang untuk kalangan –kalangan orang tertentu.
Pemerintah
Indonesia sebenarnya bisa melakukan suatu perubahan yaitu dengan memperbagus
masalah akan pelayan publik dengan salah satu cara yaitu memenfaatkan teknologi
jaringan internet dimana seperti yang kita ketahui bahwa masyarakat Indonesia
sudah tidak asing lagi dengan teknologi jaringan internet ini.
2.
TUJUAN
Artikel ini merupakan studi yang bersifat exploratif. Fokusnya
adalah pada ICT dengan focus E-Government. Tujuan utama dari penulisan artikel
ini adalah untuk menjelaskan bagaimana pentingnya dan pengaruh ICT terhadap
bidang pemerintahan.
2.0 Pelayanan Publik yang Efektif dan
Komunikatif
Setiap manusia berhak mendapatkan Pelayanan Publik yang Efektif
dan Komunikatif. Apa itu Pelayanan Publik yang Efektif dan Komunikatif ? ,
Pelayanan Publik yang Efektif dan Komunikatif
mempunyai arti secara kasar yaitu Pelayanan yang diberikan oleh Instansi
pemerintah secara cepat, benar dan tidak memakan waktu yang lama atau diproses
secara tidak prosedurial. Semua Warga Indonesia pasti akan berurusan dengan instansi pemerintah seperti
dalam hal keperluan administrasi. Seperti hal :
o
Pembuatan KTP(Kartu Tanda
Penduduk)
o
Pembuatan SIM(Surat Izin
MEngemudi)
o
Pembuatan Paspor
o
Layanan Kesehatan
o
Pembuatan IMB(Izin
Mendirikan Bagunan)
Contoh-contoh
diatas boleh dikatakan sebagai pelayan publik dasar yang diberikan oleh
instansi pemerintah kepada publik tetapi fakta yang terjadi pada saat ini
adalah hal-hal tersebut menjadi sesuatu hal yang tidak mudah didapat dimana
menjadi sebuah beban bagi kalangan masyarakat tertentu dikarenakan adanya
pungutan biaya yang lebih yang tidak sesuai prosedur yang dilakukan oleh
oknum-oknum yang bersangkutan sehingga banyak warga yang tidak mendapatkan
pelayanan-pelayanan publik yang mendasar itu.
Faktor utama yang menjadi penghambat dalam
mengwujudkan pelayanan publik yang baik dapat dilihat dari dua sudut, yaitu
o
Birokrasi
o
Standar Pelayanan Publik
Kita sudah tahu kalau birokrasi permerintahan itu sangatlah besar
dimana yang menyebabkan proses yang terjadi lama atau berbelit-belit sehingga
membutuhkan waktu yang sangat lama dan memungkinkan untuk memakan biaya yang
sangat tinggi. Fakta yang terjadi pada kehidupan kita sekarang dan juga hal-hal
yang sering kita temui di berita-berita telivisi sudah mencerminkan betapa
kurangnya Standar Pelayan Publik pemerintahan kita sehingga tidak dapat
dipungkiri bahwa banyak sekali pihak-pihak yang dirugikan.
Seharusnya kita sebagai warga negara di negara berkembang yang
mendapatkan hak untuk mendapatkan pelayanan publik menerima pelayanan yang
efektif dan komunikatif seperti yang diterapkan dinegera-negara maju lainnya.
2.1
E-Government
E-Government adalah adanya penggunaan teknologi informasi,
Information Communication Technology dalam menjalankan kepemerintahan dan
penyebaran informasi secara transparan ke publik. Konsep E-Government
diterapkan dengan tujuan bahwa diharapkan hubungan pemerintah baik dengan masyarakatnya
maupun dengan pelaku bisnisnya sekalipun sehingga dapat berlangsung secae
efisien,edekti dan ekonomis.
E-Government ini dapat diimplementasikan dalam
berbagai cara. Contoh-contohnya antara lain:
o
Penyediaan
sumber informasi, khususnya informasi yang sering dicari oleh masyarakat.
Informasi ini dapat diperoleh langsung dari tempat kantor pemerintahan ataupun dari Internet (yang dapat diakses oleh
masyarakat dimana pun dia berada). Informasi ini dapat berupa informasi potensi
daerah sehingga calon investor dapat mengetahui potensi tersebut. Tahukah anda
berapa pendapatan daerah anda? Bagaimana kualitas Sumber Daya Manusia di daerah
anda? Berapa jumlah perguruan tinggi di daerah anda? Di ezaman
sekarang, fungsi penyedia
sumber informasi dapat menjadi penentu
keberhasilan.
o
E-procurement dimana pemerintah dapat melakukan tender secara on-line dan
transparan.
E-Government juga membawakan manfaat :
o
Pelayanan publik yang lebih
baik kepada masyarakat dengan adanya pemyediaan informasi yang bersiifa 24/7
yang dapat diakses dari mana saja.
o
Peningkatan hubungan antara
pemerintah, pelaku bisnis dan masyarakat umum dengan adanya transparansi yang
terjadi.
o
Pelaksanaan pemerintahan
yang lebih efisien contoh : penggunaan video conferencing dalam diskusi antara
pimpinan daerah sehingga dapat menghemat biaya yang tidak diperlukan dan juga
sangat efektif dan efisien.
2.2
Kesiapan InfraStruktur dan Sumber Daya
Manusia
Masalah yang dihadapi dalam penerapan E-Government adalah masalah
resistensi dimana resisten atau bersikeras untuk melakukan perubahan, menolak
akan perubahan itu.
kumorotomo(2008) merangkum 3 aspek besar permasalahan dalam
penerapan E-Government, yaitu :
2.2.1
Aspek Budaya
o
Resistensi yang terjadi pada
masyarakat dan aparat-aparat pemerintah terhadap E-Government.
o
Kurangnya kesadaran akan
manfaat yang akan didapatkan dari E-Government.
o
Adanya budaya buruk yaitu
budaya pelit dimana yang artikan sebagai ketidak relaan dalam berbagi data dan
informasi, agar terintegrasi secara nasional diseluruh lembaga penyedia layanan
publik.
2.2.2
Aspek Kepemimpinan
o
Adanya konflik kepentingan
ditingkah pemerintah pusat dan daerah.
o
Adanya unsur KKN dalam
kepemimpina kepemerintahan.
o
Anggran yang belum
teralokasikan untuk pembangunan infrastruktur pelayanan publik yang
memanfaatkan E-Government.
2.2.3
Aspek Infrastruktur
o
Adanya masalah ketidakrataan
dalam penyebaran infrastruktur Information and Communication Technology , yang
dikarenakan Geografis wilayah Indonesia.
o
Teknologi dan jaringan yang
memadai dan mendukung hanya dapat
ditemukan di kota-kota besar.
o
Tenaga kerja atau Sumber
daya Manusia sulit ditemukan atau hanya ditemukan di kota-kota besar.
3.
KESIMPULAN
Menurut saya, sekarang sudah saatnya mengimplementasikan pelayanan
publik yang berorientasi pada pemenuhan kebutuhan masyarakat dan kemudahan
dalam pengurusan administrsi yang mudah.
Saya setuju
dengan pendapat (Trilestari,2004) pelayanan yang berkualitas tidak hanya untuk
lembaya penyelenggara jasa komersial(Swasta), tetapi juga sudah merembes ke
lembaga-lembaga pemerintahan yang selama ini resisten terhadap tuntutan akan
kualitas pelayanan publik. Dapat kita lihat bahwa bagi perusahan swasta
pelanggan adalah Stakeholder yang paling penting karena tanpa pelanggan makan perusahaan
itu pasti akan hancur sehingga untuk mendapatkan pelanggan bagi perusahaan
swasta, perusahan memberikan nilai plus yaitu dengan memberikan pelayanan yang
bagus, good quality services.
Kenapa tidak di berlakukan di pemerintahan(E-Government) ?
4. REFERENSI
Kumorotomo, Wahyudi. 2008. Kegagalan Penerapan E-Government
dan Kegiatan Tidak Produktif dengan Internet.
Perhimpunan Pendidikan Demokrasi. 2008. Etika Pelayanan Publik di
Indonesia. Buletin Konstelasi edisi ke-11, Maret 2008. Diterbitkan oleh
Perhimpunan Pendidikan Demokrasi.
Trilestari, Endang Wirjatmi. 2004. Keikutsertaan Masyarakat dalam Membangun Kualitas Pelayanan Publik.
Jurnal Ilmu Administrasi Vol. 1 No. 1 tahun 2004. STIA LAN, Bandung.
http://en.wikipedia.org/wiki/E-Government